Cara Sukses Berbisnis di Facebook Bagi Pemula

Mungkin telah banyak beredar, jika Anda search di Google bagaimana memulai bisnis di Facebook sebagai pemula. Tetapi masih banyak yang memberikan tips agak nanggung dan tidak menjawab secara utuh. Nah, kali ini kita akan memberikan secara lengkap bagaimana cara sukses berbisnis di Facebook untuk pemula yang baru terjun ke dunia online shop.

Facebook Tempat yang Tepat untuk Berjualan

Saat ini Facebook menjadi sosial media teratas dalam pemakaiannya di Indonesia. Mungkin Anda berpikir bahwa Instagram yang merajai dengan pengguna tertinggi. Namun, pada survei di tahun 20016 tentang pengguna sosial media di Indonesia paling banyak adalah Facebook. Mengapa? Karena Facebook digunakan hampir di rentang usia mana pun.

Berbeda dengan Instagram yang dipenuhi oleh remaja dan anak muda yang tumbuh dewasa. Bahkan di Facebook Anda bisa memasarkan produk secara spesifik. Dengan menargetkan dari jenis umur, pekerjaan, jenis kelamin, hobi, status hubungan, hingga status sekolah. Oleh karena itu, dengan targeting yang lebih spesifik maka kita akan lebih mudah memasarkan produk serta tepat sasaran.

Keuntungan Menggunakan Facebook

Jadi apa saja keuntungan yang bisa diperoleh jika menggunakan Facebook sebagai lapak jualan selain dapat menjangkau pasar secara tepat dan efisien. keuntungan lainnya adalah murah, Facebook merupakan sosial media yang tidak akan menguras kantong Anda. kemudian bisa menciptakan loyalitas dan brand awareness kepada pembeli.  Selain itu, kita bisa melihat dengan mudah mengintip kompetitor lainnya.

Sesuaikan dengan Barang Dagangan

Sebelum menentukan apakah akan menggunakan Facebook atau tidak sebagai tempat Anda berjualan, maka teliti dulu pasar yang akan Anda targetkan. Apakah pasar tersebut memang cocok jika menggunakan Facebook. Beberapa bisnis yang cocok jika menggunakan Facebook yaitu yang bersifat lifestyle seperti fashion, gadget, makanan, dan lain sebagainya.

Namun, jika Anda ingin menjual produk seperti barang elektronik, perabotan rumah tangga, bahan-bahan bangunan, dan lain sebagainya agaknya Facebook kurang cocok untuk jenis bisnis ini. namun, apakah tidak boleh menjual produk seperti ini di Facebook? Jawabannya boleh. Namun, dengan cara dan teknik yang berbeda yaitu dengan sistem grup yang kita akan bahas di bawah juga. Namun, Facebook bukan target utama Anda dalam mencari pasar.

Membangun Halaman Bisnis

Setelah menentukan bisnis apa yang akan dijalani, maka selanjutnya adalah membangun rumah bisnis Anda di Facebook. Ada 3 cara yang bisa Anda pakai yaitu membuat Page, Group, atau Advertising. untuk Anda yang ingin berjualan produk maka bisa memilih local business, company, atau Brand.

Jika Anda memiliki toko offline, cobalah untuk memilih Brand atau local business, disitu Anda bisa menambahkan alamat toko. Sedangkan untuk bisnis yang sifatnya bukan lifestyle yang sudah diterangkan sebelumnya bisa memilih local business sebagai jenis fanspage yang Anda buat.

Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa Facebook juga memiliki fitur Group. Group ini bisa dibuat dengan skala kecil atau bersifat tertutup, namun bisa juga dengan skala yang besar yaitu dengan membuat group terbuka. Meskipun bersifat terbuka untuk menerima anggota baru tetap harus melewati persetujuan dari admin.

Group seperti ini cocok untuk jenis bisnis non lifestyle. Misalnya saja Anda menjual berbagai macam perlatan listrik atau elektronik, disana Anda bisa melakukan diskusi atau bahkan bekerja sama untuk meningkatkan penjualan Anda.

Yang terakhir adalah dengan menggunakan Facebook advertising. fitur ads ini meskipun harus mengeluarkan sedikit modal, namun Anda bisa seminim mungkin dalam memasang iklan. Keuntungannya Anda tidak perlu repot membuat group atau page. Namun, sayangnya Anda tidak bisa membuat feed dan hanya sekedar click to website.

Mempersiapkan Halaman Bisnis

Langkah selanjutnya adalah mempersiapkan halaman bisnis Anda di Facebook. Sebelum melakukan penjualan, Anda harus membuat lapak Anda terlihat layak. Saat pertama kali membuat page biasanya link Facebook yang diberikan bersifat acak. Namun, jika kita sudah memiliki 25 likes maka bisa diubah menjadi sebuah username yang akan memudahkan orang lain menemukan fans page kita.

Kemudian buat cover page dan profile picture yang melambangkan produk Anda. perhatikan bahwa Facebook memiliki ketentuan ukuran yang harus dipenuhi. Oleh karena itu, Anda harus mencocokkan foto yang pas. Jangan khawatir jika Anda ingin tampilan feed Anda mirip dengan Instagram, karena di Facebook juga menyediakan fitur Feed Instagram yang akan memudahkan konsumen melihat produk jualan kita.

Mengisi Konten Bisnis

Dalam mengisi konten di Facebook tarik perhatian konsumen dengan berbagai konten menarik, bisa disesuaikan dengan jenis bisnis yang Anda jalani. Misalnya Anda berbisnis di bidang fashion, sekali-kali buatlah beberapa tips bagaimana mix and match atau cara berpakaian sesuai dengan tren saat ini. buat dengan gambar dan tulisan yang menarik agar konsumen betah melihat feed Anda. bisa juga diisi dengan behind the scene produk yang akan diluncurkan, giveaway, atau lain sebagainya.

Mungkin sebagian dari Anda pernah mendengar tips bahwa sebaiknya postlah konten sebanyak 3 kali sehari atau lebih sering lebih baik. Namun, hal itu tidak sepenuhnya benar karena terlalu sibuk untuk memposting terlalu banyak malah nantinya tidak memikirkan isi dari apa yang di post. Daripada mementingkan kuantitas lebih baik kualitas yang ditonjolkan. Jangan sampai followers Anda menganggap bahwa fans page Anda spam dan mengganggu mereka.

Post di Waktu yang Tepat

Dalam memposting foto produk harus di waktu yang tepat, dimana pengikut Anda sedang sibuk bermain di sosial media. Lalu, waktu kapan saja yang tepat? Sayangnya Anda harus menganalisis sendiri time position yang tepat karena setiap bisnis berbeda-beda. Oleh karena itu, cari tahu waktu mana yang tepat untuk memposting produk.

Selain memposting sesuatu, agar halaman Facebook Anda terlihat aktif maka sering-sering untuk merespons komentar yang masuk. Apalagi bagi pengikut yang tertarik dengan produk Anda, lebih baik lakukan dengan respons yang cepat. respons juga tidak selamanya berisi komentar, namun bisa juga dengan menge-Like komentar mereka.

Lakukan Analisa Melalui Page Insight

Setelah melakukan beberapa serangkaian kegiatan diatas, saat nya untuk melihat pergerakan dan analisa dari apa yang kamu posting. Caranya dengan melihat page insight dari situ Anda bisa melihat jumlah likes, komentar, atau respons dari para pengikut.

Continue reading